Jenis Makanan untuk Mempercepat Keseimbangan pH Tubuh

Selasa, 14 Januari 2020

5-Star Article News Ratings

★ ★ ★ ★ ★

Jenis Makanan untuk Mempercepat Keseimbangan pH TubuhJenis Makanan untuk Mempercepat Keseimbangan pH Tubuh, Keasaman atau kebasaan suatu zat diukur dengan menggunakan pH. Skala pH berjalan dari 0 sampai 14, dengan 0 yang paling asam, 14 menjadi yang paling alkali/basa, dan 7 menjadi netral. Untuk bertahan hidup, tubuh kita harus menjaga pH sangat dekat dengan 7.4, netral cenderung basa, kondisi ini disebut dengan homeostasis, kondisi dimana tubuh bekerja optimal untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Jika pH tubuh Anda asam, menjadi sulit bagi berbagai enzim untuk berfungsi dengan baik.

Pernyataan bahwa makanan mempengaruhi pH tubuh bukanlah hal yang baru. Bahkan, sejauh awal 1900-an, banyak dokter mulai mempelajari efek pH, mengubah pola makanan yang baik. Mereka juga menemukan bahwa hanya mengubah diet bisa mengubah pH tubuh. Tidak mengherankan, membawa pH tubuh lebih dekat ke kisaran normal membantu pasien menghindari banyak keluhan kesehatan.

Tubuh terlalu asam  banyak dikaitkan dengan pembentukan kanker, penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis. Berikut makanan yang baik untuk menjaga keseimbangan pH tubuh :

  1. Mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan produk tanaman. Yang utama dari setiap diet alkali adalah lebih banyak konsumsi pada buah-buahan dan sayuran, bukan daging, susu, telur, dan karbohidrat. Produk tanaman seperti buah-buahan dan sayuran biasanya terurai menjadi basa, sedangkan makanan lain yang sudah disebutkan biasanya terurai menjadi asam. Oleh sebab itu, konsumsi sayuran buah dalam diet adalah cara yang baik untuk mulai meningkatkan asupan alkali Anda. Buah-buahan dan sayuran basa meliputi: Apel, brokoli, asparagus, pisang, artichoke, ubi bit, kale, anggur, bayam, melon, kembang kol, dan banyak lagi.

  2. Mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian untuk protein. Seperti yang disebutkan di atas, diet alkali diusahakan menghindari kebanyakan sumber tradisional protein, seperti daging, telur, dan susu. Protein adalah nutrisi yang sangat penting bagi sejumlah besar mekanisme tubuh, ini berarti bahwa memperoleh kadar protein nabati tambahan pada diet alkali sangat diperlukan. Untungnya, kacang-kacangan dan polong-polongan menyediakan banyak protein (dan sebagai bonus, rendahnya pembentukan asam dibandingkan daging, telur, dan sebagainya). Jangan tergoda untuk menghilangkan protein sama sekali — protein adalah nutrisi penting yang digunakan dalam berbagai proses penting, seperti membangun tulang yang sehat, mendorong pertumbuhan, memfasilitasi fungsi otot, serta mempertahankan berat badan yang sehat.

  3. Memilih susu kedelai atau susu badam/almond, dibandingkan susu sapi. Karena susu normal tidak boleh dikonsumsi akibat produksi asamnya, alternatif selain susu sapi perlu diberikan. Selain tidak memproduksi asam sebagaimana produk susu tradisional, susu kedelai dan badam juga bergizi tinggi, karena keduanya tidak mengandung kolesterol dan kalori yang terdapat pada susu sapi.

  4. Mengonsumsi air bersifat alkali (Kangen Water). Cara paling cepat untuk mencapai keseimbangan pH tubuh adalah konsumsi air, karena lebih dari 70% tubuh kita terdiri atas air, untuk itu pilihlah air yang benar-benar baik, Kangen Water yang bisa kita konsumsi setiap hari. Meskipun mengonsumsi banyak cairan tanpa gula, atau air putih seringkali direkomendasikan oleh para ahli kesehatan, praktisi diet alkali merekomendasikan air yang telah diolah untuk memberikan sifat basa. Meskipun tersedia sejumlah bukti yang sangat terbatas bahwa air yang bersifat alkali mampu menghindari keropos tulang, bukti-bukti tersebut tidak terlalu meyakinkan atau khususnya tidak terlalu dipahami dengan baik. Meskipun demikian, air yang bersifat alkali tidak akan mencederakan Anda, jadi jika Anda tertarik untuk mencobanya, bisa jadi ini menjadi pilihan investasi yang berharga.

  5. Menikmati berbagai variasi makanan yang memproduksi sifat alkali. Rekomendasi yang disampaikan di atas hanya merupakan sedikit pilihan yang tersedia bagi seseorang yang menjalani diet alkali. Selain makanan yang direkomendasikan di atas, makanan yang sering disertakan dalam diet alkali adalah:
    • Kacang-kacangan dan biji-bijian: Badam, berangan, kacang pinus, biji labu, biji bunga matahari.
    • Beberapa sumber protein nondaging: Tahu, kedelai, jawawut, tempe, protein air dadih.
    • Sejumlah rempah-rempah tertentu dan bumbu: garam laut, cabai, kari, mustard, jahe, kayu manis, stevia.
    • Sejumlah buah-buahan kering tanpa pemanis: Kurma, kismis, buah ara.

  6. Menghindari makanan pembentuk asam bila memungkinkan. Meskipun daging, susu, dan telur mungkin banyak dirindukan sebagian orang yang tengah menjalani diet alkali, mereka bukan satu-satunya yang harus dihindari. Selain daging, susu, dan telur, makanan lain yang seringkali disarankan diet alkali untuk dihindari adalah:
    • Biji-bijian dan produk biji-bijian: Pasta, nasi, roti, sereal, kerupuk, spelt, dll.
    • Makanan olahan: Makanan ringan yang manis / berminyak, minuman ringan, makanan kemasan, hampir semua makanan penutup, selai dan jeli, dll.
    • Selektif memilih buah-buahan dan sayuran: jus manis artifisial, blueberry, kelapa kering, acar buah zaitun, plum, prune.

  7. Menjalankan aturan seimbang 80/20. Diet alkali tidak harus selalu menjadi pola makan yang bersifat sepenuhnya-atau-tidak sama sekali. Sejumlah makanan penghasil asam juga boleh dikonsumsi — bahkan dianjurkan, jika mereka membuat Anda menjalani diet ini dengan lebih mudah. Salah satu taktik moderat adalah mempraktekkan aturan "80/20" — upayakan 80% dari makanan yang Anda konsumsi sesuai dengan diet alkali, tetapi biarkan sisanya 20% adalah makanan yang "dilarang".

  8. Misalnya, Anda bisa mengonsumsi makanan dengan 20% sumber kalorinya berasal dari makanan nonalkali, atau Anda bisa senantiasa mengikuti diet alkali secara sempurna sembari "beristirahat" di setiap makanan yang kelima.

dikutip dari http://id.wikihow.com